Hey kawan hey teman semua yang mendengarkan
C
ungkapkan rasa cinta dalam pelukan
G
bulatkan tekad untuk raih mimpi bertepi
B
sesegar kopi hangat temani warnai pagi
Em
mentari senja tetap bersinar di ufuk barat
C
mari kita susun rencana kedepan kita melesat
G
cepat jangan terhambat oleh rasa ragu
B
tambahkan sedikit susu tuk aroma kopi yang baru
[chorus]
Em
Hei kau jadikanlah
C G B
dirimu seperti yang kau mau
Em
Hei kau ekspresikanlah
C G B
dirimu seperti yang kau mau
Em
Ini tentang langkah yang kau tentukan
C
Cara yang kau pakai tuk mencapai sebuah tujuan
G
apa artinya kaki bila kau tak berjalan
B
apa guna mata bila tak menatap masa depan
Em
untuk apa bermimpi bila kau tak melangkah
C
untuk apa kesempatan bila tak ambil celah
G
persetan aku dia juga mereka
B
bulatkan tekad lalu rasakanlah merdeka
Minggu, 08 November 2009
Aliran musik yang dibawakan grup band dengan tiga vokalis ini, memang lain dari pada yang lain. Disaat grup band lainnya memilih irama musik pop dengan alunan mendayu-ndayu, dengan cengkok ala irama musik dangdut, Bondan Prakoso and Fade 2 Black, memberikan irama yang berbeda.
Wajar kalau grup band yang mendapat predikat best rap Indonesia Music Award 2008 ini, mudah diterima masyarakat, khususnya kaum muda. Meskipun awalnya terdengan sangat aneh, tapi perbedaan aliran inilah, yang membuat band yang melejit dengan album perdana Unity ini tidak mudah dilupakan.
Diawali dengan lagu berjudul, Unity, tiga vokalis band langsung mengekspresikan penampilannya. Ketiganya terlihat sangat energik dan atraktif. Belum lagi komunikasi dengan penonton terus dilakukan, sebagai ajakan melakukan jump bersama-sama. [BondanPrakoso8]
Demikian pula saat lagu berjudul Waktu, dinyanyikan cukup apik, dengan gaya rap yang khas. Tiga vokalis ini saling bersahutan mengisi, tanpa harus berebut dan nada yang sesuai tipikal suara khas mereka.
Penonton sontak terkesima adalah lagu berjudul keroncong protol. Meskipun sedikit terdengar aneh, tapi banyak penonton yang sangat hafal. Sudah tentu, begitu masuk intro tiga vokalis secara bergantian memberikan microphone, untuk mengajak penonton bernyanyi.
‘’Bondan…bondan…,’’ teriak penonton cewek yang berada di depan panggung, menyapa dedengkot band sang pencabik bass.
Tak ayal, Bondan yang malam itu memakai pakaian serba hitam, hanya bisa tersenyum dan sesekali melambaikan tangan. Maklum, sebagai pemain alat musik, dia harus konsentrasi mengiringi lagu yang dibawakan.
Acara yang digelar Marlboro ini, memang bukan kali pertama diadakan. Meski demikian, gebyar acara bertajuk Marlboro Filter Rock Your Night ini tidak pernah surut. Sebaliknya, acara yang mengusung aliran musik rock ini kian diminati. Terbukti dengan membludaknya penonton dari setiap acara musik itu digelar.
‘’Ini tempat ketiga, setelah di depan stasiun Kota Baru, Kota Malang, dan Pandaan. Minggu depan akan kembali di gelar di Kota Malang,’’ terang Boby dari Swa Production, yang mendapat kepercayaan dari pihak panitia menyelenggarakan acara ini.
Sementara itu selain Bondang Prakoso and Fade 2 Black, tampil juga empat grup band indie beraliran rock. Layaknya grup band rock papan atas, mereka juga tampil sangat ekspresif.
Salah satu grup band indie yang tampil adalah Abu Ghazam Band. Penampilan apik justru terlihat pada Guitar Ranger band. Dengan gaya sangat ekploratif, mereka mampu memberikan alunan musik sangat elegan.
Wajar kalau grup band yang mendapat predikat best rap Indonesia Music Award 2008 ini, mudah diterima masyarakat, khususnya kaum muda. Meskipun awalnya terdengan sangat aneh, tapi perbedaan aliran inilah, yang membuat band yang melejit dengan album perdana Unity ini tidak mudah dilupakan.
Diawali dengan lagu berjudul, Unity, tiga vokalis band langsung mengekspresikan penampilannya. Ketiganya terlihat sangat energik dan atraktif. Belum lagi komunikasi dengan penonton terus dilakukan, sebagai ajakan melakukan jump bersama-sama. [BondanPrakoso8]
Demikian pula saat lagu berjudul Waktu, dinyanyikan cukup apik, dengan gaya rap yang khas. Tiga vokalis ini saling bersahutan mengisi, tanpa harus berebut dan nada yang sesuai tipikal suara khas mereka.
Penonton sontak terkesima adalah lagu berjudul keroncong protol. Meskipun sedikit terdengar aneh, tapi banyak penonton yang sangat hafal. Sudah tentu, begitu masuk intro tiga vokalis secara bergantian memberikan microphone, untuk mengajak penonton bernyanyi.
‘’Bondan…bondan…,’’ teriak penonton cewek yang berada di depan panggung, menyapa dedengkot band sang pencabik bass.
Tak ayal, Bondan yang malam itu memakai pakaian serba hitam, hanya bisa tersenyum dan sesekali melambaikan tangan. Maklum, sebagai pemain alat musik, dia harus konsentrasi mengiringi lagu yang dibawakan.
Acara yang digelar Marlboro ini, memang bukan kali pertama diadakan. Meski demikian, gebyar acara bertajuk Marlboro Filter Rock Your Night ini tidak pernah surut. Sebaliknya, acara yang mengusung aliran musik rock ini kian diminati. Terbukti dengan membludaknya penonton dari setiap acara musik itu digelar.
‘’Ini tempat ketiga, setelah di depan stasiun Kota Baru, Kota Malang, dan Pandaan. Minggu depan akan kembali di gelar di Kota Malang,’’ terang Boby dari Swa Production, yang mendapat kepercayaan dari pihak panitia menyelenggarakan acara ini.
Sementara itu selain Bondang Prakoso and Fade 2 Black, tampil juga empat grup band indie beraliran rock. Layaknya grup band rock papan atas, mereka juga tampil sangat ekspresif.
Salah satu grup band indie yang tampil adalah Abu Ghazam Band. Penampilan apik justru terlihat pada Guitar Ranger band. Dengan gaya sangat ekploratif, mereka mampu memberikan alunan musik sangat elegan.
Bondan Prakoso, si penyanyi cilik menggulirkan kembali karir di bidang musik dengan mengusung musik bertema hiphop bersama Fade2Black. Komunitas musik kecil ini berasal dari Bogor yang memiliki potensi dalam menggarap album musiknya bertemakan hiphop etnik. Band ini menjadi makin berkibar dengan bergabungnya Bondan. Check this out baby !Mereka bilang Hip Hop bisa berdiri diatas musik apa saja. Karya Bondan Prakoso dan Fade2black ini bisa jadi contohnya. Lagu keren hasil percampuran hip hop dan musik tradisional menjadi hits langsung setelah dikeluarkan. Simak lagu keren ini di kafeku.com Aliran musik yang dibawakan grup band dengan tiga vokalis ini, memang lain dari pada yang lain. Disaat grup band lainnya memilih irama musik pop dengan alunan mendayu-ndayu, dengan cengkok ala irama musik dangdut, Bondan Prakoso and Fade 2 Black, memberikan irama yang berbeda.
Wajar kalau grup band yang mendapat predikat best rap Indonesia Music Award 2008 ini, mudah diterima masyarakat, khususnya kaum muda. Meskipun awalnya terdengan sangat aneh, tapi perbedaan aliran inilah, yang membuat band yang melejit dengan album perdana Unity ini tidak mudah dilupakan.
Diawali dengan lagu berjudul, Unity, tiga vokalis band langsung mengekspresikan penampilannya. Ketiganya terlihat sangat energik dan atraktif. Belum lagi komunikasi dengan penonton terus dilakukan, sebagai ajakan melakukan jump bersama-sama.
Wajar kalau grup band yang mendapat predikat best rap Indonesia Music Award 2008 ini, mudah diterima masyarakat, khususnya kaum muda. Meskipun awalnya terdengan sangat aneh, tapi perbedaan aliran inilah, yang membuat band yang melejit dengan album perdana Unity ini tidak mudah dilupakan.
Diawali dengan lagu berjudul, Unity, tiga vokalis band langsung mengekspresikan penampilannya. Ketiganya terlihat sangat energik dan atraktif. Belum lagi komunikasi dengan penonton terus dilakukan, sebagai ajakan melakukan jump bersama-sama.
Bondan Prakoso Kembali Menggandeng Fade 2 Black Untuk Album Terbarunya
Setelah sukses dengan dua album terdahulu, Respect (2005) dan Unity (2007), kini Bondan Prakoso kembali menggebrak dunia musik tanah air dengan sesuatu yang beda. Yupz, Bondan akan merilis album ketiganya dalam waktu dekat. Di album yang rencananya bertajuk “FOR ALL” ini Bondan masih akan berkolaborasi dengan Fade 2 Black seperti dua album terdahulu.Dalam status facebooknya, Album ketiga Mantan penyanyi cilik tersebut kini tengah memasuki tahap penyelesaian.
Menurutnya album ini didedikasikan “UNTUK SEMUA” kalangan, kelas, umur, golongan dan latar belakang, karena itu dia memberikan kesempatan bagi REZPECTOR -fans club Bondan Prakoso- untuk memilih bentuk penulisan nama album tersebut, apakah “4 ALL” atau “FOR ALL”.
Kabarnya, konsepnya agak nyeleneh lagi. Dia membuat satu lagu bernuansa tahun 70-an seperti jaman Rinto Harahap. Dan satu lagu yang berirama ska.
Langganan:
Postingan (Atom)
